Susno Duadji: Kemarau Panjang Menyiksa Petani, Kemana Kementan dan KemenPU?

  • Whatsapp
Susno Duadji Jadi Petani
banner 468x60

Pagar Alam, LiraNews —  Mantan Bareskrim RI Susno Duadji yang kini menjadi petani di kampung halamana, Pagar Alam, Sumatera Selatan mengkritik Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum karena belum ada solusinya terkait kemarau panjang.

Susno mengatakan, bahwa kemarau sudah berbulan tanpa sedikitpun hujan, tanah sawah sudah ada yang mulai kering dan pecah. Pada dan jenis tanaman lain sudah layu pertanda akan gagal panen, petani yang mayoritas penduduk Indonesia akan rusak ekonominya.

“rkyt kecil mulai kekurangan air bersih, kondisi ini hampir terjadi setiap tahun, aneh ya seperti gak ada solusinya, kita luoa menoleh ke India yg dulu kelapran , keleringan ,  skr bisa hasilkan komuditas pertanian yg hebat,” ujar Susno dalam twit terbarunya @susno2g.

“@kementan, @KemenPU  ; India bisa mengatasi musim kemarau dan kekeringan dng pompanisasi, sy yakin kalo Indonesia mau, kita jauh lbh mampu dp India, semoga,” kata Susno yang pernah jabat Waka PPATK ini.

Lebih lanjut mantan Kapolda Jabar ini menulis, kemarau panjang belum menunjukan tanda akan berakhir, nampaknya hujan belum juga mau membuat petani tersenyum, beberapa jenis tanaman mulai layu pertanda kehausan,  akan berakhir dengan kematian,, apa yang petani lakukan.

“Sumber air kering keruntang , tdk ada harapan pd pihak manapun kecuali berbuat unt selamatkan kehidupan dng cara ; mendalami sumur, atau buat sumur baru,,, smg bumi bermurah hati kucurkan air unt siram tanaman spy selamat,” kata Chair Man Aldeoz Group.

Menurutnya, kamerau panjang dan derita petani bukanlah hal menarik tahu media pemberitaan, tak juga untuk politisi karena pemilu sudah usai,  petani sudah terbiasa dengan derita serupa, kesulitan membuat petani punya daya tahan dan sabar.

“Gotong royong buat sumur di ladang agar memercikan mata air kehidupan unt sirami tanaman, bukan dng cara aumue bor ; itu mahal, bukan sng pompa, manalah mampu ekonomi petani dng cara itu,,, ya cara konvesional,” imbuh Ketua Umum TP Sriwijaya.

Sebelumnya Susno juga mengkritik Kemendag dan Kementan terkait harga komuditas pertanian yang anjlok. Dia bertanya soal pemasaran, kementerian teknis mana yang bisa memberikan solusi ?

“@Kemendag, @kementan : HARGA KOMUDITAS PERTANIAN ANJELOK , SEKALI LAGI SOAL HARGA , SOAL PEMASARAN ; KEMENTERIAN TEHNIS MANA YG HRS CARI SOLUSI ??,  Sdh bertahun petani karet berteriak, sekarang menyusul petani sawit, kopi, lada, krn harga anjelok,” cetusnya.

“harga komuditas pertanian anjelok dan sulit mencari pasar, pembeli kementerian apa yg paling bertanggung jwb , kementerian pertanian atau kementerian perdagangan ?  Ingat komuditas pertanian lngs menyentuh hajat hidup rkyt banyak,” tulisnya. LN-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60